Tak pernah terlintas
di benakku bahwa kaki ini akan benar-benar menginjak bumi para Nabi. Mesir yang
dulu dalam angan, kini dalam genggaman.
M-E-S-I-R hanya
terdiri dari 5 huruf saja, namun apa kau tahu maknanya untukku ?
Dulu setiap mendengar
kata Mesir fikirku melayang, membayangkan bagaimana bentuk bangunan universitas
Al Azhar yang amat tersohor. Terbayang di benakku kokohnya pyramida dan patung
Spinx. Terlintas di fikiranku butiran pasir yang menyelimuti negri kinanah ini.
Keindahan sungai Nil
yang terus mengalir tiada henti memberi kehidupan bagi seantero penjuru Mesir. Peninggalan
bersejarah yang terus menarik langkahku untuk mengunjunginya.
Ya Rabb, lantas atas
alasan apa kini aku tak bersyukur atas anugerahMu. Mesir yang dulu dalam angan
kini berada dalam genggaman.
Aku amat mencintai
Indonesia, namun Mesir mulai kukagumi.
Mesir telah menempati
ruang tersendiri di hati ini.
Berat langkah kaki ini
ketika harus meninggalkan Indonesia.
24 September
2012, Bandara Soekarno Hatta menjadi saksi bisu dimulainya perjuangan ini.
Situasi terberat ketika kami harus berpisah dengan orang-orang tersayang. Adzan
Maghrib melepas kepergian kami, selamat tinggal Indonesia…. kami pasti kembali.
“Jangan pernah lelah menanti kedatangan kami kembali” janji kami sebelum take
off. Bismillah perjuangan dimulai. Di dalam pesawat masih tergiang nasehat abi
dan ummi sebelum check in “pergilah nduk, selamat berjuang abi dan ummi ridho”
sungguh ridho mereka adalah ridho Allah swt maka langkahku pun ringan menuju
pintu masuk keberangkatan. “Ya Allah kutitipkan mereka padaMu kala penjagaanku
tak sampai kepada mereka, jaga mereka hingga aku kembali” do’aku malam itu di
atas langit Malaysia. “Selamat jalan, selamat berjuang, lekas selesaikan kuliah
kalian dan kembali mengabdi pada bumi pertiwi” pesan ustadz kami menjelang
keberangkatan.
Kini aku di sini,
tetap setia pada Mesirku. Walau harus kuhadapi cuaca Mesir yang terkadang tak
bersahabat. Mesir yang dulu menjadi impian, kini tanahnya telah kupijak setahun
lamanya.
Aku masih di sini,
tetap di sini menjadi saksi bergejolaknya negeri ini.
Aku masih di sini,
melangkah dengan pasti untuk menimba yang aku cari.
Mesir, samudera ilmu
yang Allah swt pilihkan untukku, maka alasan apa yang membuatku mendustai
nikmat ini.
Mesir, beri aku segenap
ilmu yang kau miliki.
Dekap aku 4 tahun
saja,dan kembalikan aku kepada mereka yang menanti kepulanganku dari negeri
ini.
Tentu saja, usai
kuselesaikan studiku di sini, dan kumiliki bekal yang cukup untuk kembali. Aku
pasti kembali mengabdi pada negeriku.
Ibu pertiwi nantikan
kami kembali.
25 September 2013
25 September 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar