Selasa, 27 Januari 2015

Mesir

Tak pernah terlintas di benakku bahwa kaki ini akan benar-benar menginjak bumi para Nabi. Mesir yang dulu dalam angan, kini dalam genggaman.
M-E-S-I-R hanya terdiri dari 5 huruf saja, namun apa kau tahu maknanya untukku ?
Dulu setiap mendengar kata Mesir fikirku melayang, membayangkan bagaimana bentuk bangunan universitas Al Azhar yang amat tersohor. Terbayang di benakku kokohnya pyramida dan patung Spinx. Terlintas di fikiranku butiran pasir yang menyelimuti negri kinanah ini.
Keindahan sungai Nil yang terus mengalir tiada henti memberi kehidupan bagi seantero penjuru Mesir. Peninggalan bersejarah yang terus menarik langkahku untuk mengunjunginya.
Ya Rabb, lantas atas alasan apa kini aku tak bersyukur atas anugerahMu. Mesir yang dulu dalam angan kini berada dalam genggaman.
Aku amat mencintai Indonesia, namun Mesir mulai kukagumi.
Mesir telah menempati ruang tersendiri di hati ini.
Berat langkah kaki ini ketika harus meninggalkan Indonesia.
24 September 2012, Bandara Soekarno Hatta menjadi saksi bisu dimulainya perjuangan ini. Situasi terberat ketika kami harus berpisah dengan orang-orang tersayang. Adzan Maghrib melepas kepergian kami, selamat tinggal Indonesia…. kami pasti kembali. “Jangan pernah lelah menanti kedatangan kami kembali” janji kami sebelum take off. Bismillah perjuangan dimulai. Di dalam pesawat masih tergiang nasehat abi dan ummi sebelum check in “pergilah nduk, selamat berjuang abi dan ummi ridho” sungguh ridho mereka adalah ridho Allah swt maka langkahku pun ringan menuju pintu masuk keberangkatan. “Ya Allah kutitipkan mereka padaMu kala penjagaanku tak sampai kepada mereka, jaga mereka hingga aku kembali” do’aku malam itu di atas langit Malaysia. “Selamat jalan, selamat berjuang, lekas selesaikan kuliah kalian dan kembali mengabdi pada bumi pertiwi” pesan ustadz kami menjelang keberangkatan.
Kini aku di sini, tetap setia pada Mesirku. Walau harus kuhadapi cuaca Mesir yang terkadang tak bersahabat. Mesir yang dulu menjadi impian, kini tanahnya telah kupijak setahun lamanya.
Aku masih di sini, tetap di sini menjadi saksi bergejolaknya negeri ini.
Aku masih di sini, melangkah dengan pasti untuk menimba yang aku cari.
Mesir, samudera ilmu yang Allah swt pilihkan untukku, maka alasan apa yang membuatku mendustai nikmat ini.
Mesir, beri aku segenap ilmu yang kau miliki.
Dekap aku 4 tahun saja,dan kembalikan aku kepada mereka yang menanti kepulanganku dari negeri ini.
Tentu saja, usai kuselesaikan studiku di sini, dan kumiliki bekal yang cukup untuk kembali. Aku pasti kembali mengabdi pada negeriku.
Ibu pertiwi nantikan kami kembali.
25 September 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar