Kamis, 19 Maret 2015

Mengapa Luar Negeri

“Kenapa sih kok milih kuliah jauh-jauh di luar negeri?” “Kenapa gak milih di Indonesia aja?”. Pertanyaan seperti ini cukup sering dilontarkan kepada saya. 
Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan sedikit jawaban tentang alasan mengapa saya memilih untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri. 
Sekali lagi ini soal pilihan, pilihan yang bertanggung jawab tentunya. Bagi saya hidup itu 50% pilihan dan 50% lagi siap dengan konsekuensinya. Bagi saya kuliah di luar negeri memiliki suka duka tersendiri, tak mudah memang menjalaninya. Namun percayalah ini adalah proses yang menyenangkan ^_^
Beberapa poin yang menjadi kebahagiaan tersendiri bagi para penuntut ilmu di luar negeri adalah:


  •   Pengalaman baru
Dengan kuliah di luar negeri tentunya akan ada banyak  pengalaman baru yang didapatkan. Lingkungan yang baru akan memberi banyak hal yang mungkin tak bisa kita temukan di negeri sendiri.


  •   Teman dari Mancanegara
Salah satu poin plus dari kuliah di luar negeri adalah memiliki teman-teman baru dari Mancanegara. Berada di dalam kelas yang terdiri dari mahasiswa asing dari berbagai macam negara adalah satu hal yang sangat menyenangkan. Ada banyak informasi dan pengalaman yang dapat dimiliki dengan saling berbagi satu sama lain. Selain itu, memiliki teman dari mancanegara dapat menambah koneksi yang nantinya akan sangat bermanfaat bila ada rencana untuk melanjutkan studi, atau traveling.


  •  Melatih Kemandirian
Salah satu konsekuensi dari belajar di luar negeri adalah harus siap mandiri. Menetap di luar negeri selama masa studi memaksa diri untuk bisa berlatih mandiri alias tak melulu bergantung kepada orang lain. Tak ada orangtua, tak ada sanak saudara akan melatih diri untuk bisa melakukan banyak hal sendiri. Memasak, mengatur keuangan, mengurus segala keperluan sendiri.


  •  Jalan-jalan dan Kuliner
2 hal ini adalah bonus untuk para pelajar di luar negeri. Mengapa disebut bonus ? karena dibalik banyaknya konsekuensi yang harus dihadapi seperti, tumpukan diktat kuliah, urusan perpanjangan visa, mengatur keuangan, rindu tanah air dan lain-lain ada kesempatan untuk mengunjungi tempat-tempat wisata sekaligus mencicipi kulinernya. Selain itu dengan visa pelajar yang dimiliki terkadang beberapa objek wisata menyediakan harga khusus yang lebih murah daripada harga untuk pemegang visa turis.

Nah, meski ada beberapa poin keuntungan dan kebahagiaannya, menuntut ilmu di luar negeri tentu saja memiliki konsekuensi tersendiri yang harus siap dijalani yaitu:




  •   Rasa rindu akan keluarga dan tanah air
Mungkin ini adalah konsekuensi terberat bagi para penuntut ilmu di negeri orang. Jarak yang jauh serta masa studi yang berbilang tahun tak bisa dipungkiri akan menumbuhkan perasaan rindu keluarga dan tanah air. Namun kini kita hidup di jaman dengan kemajuan teknologi yang menyediakan berbagai macam jenis aplikasi yang bisa menjadi solusi untuk mengatasi rasa rindu. Komunikasi yang lancar via bbm, whats app, line, viber, skype, email dan lain-lain dapat menjadi tawaran untuk penawar rasa rindu.


  • Kendala cuasa dan bahasa
Ini juga salah satu konsekuensi yang harus siap dihadapi oleh para pelajar di luar negeri. Beradaptasi dengan kondisi cuaca yang ekstrem terutama di musim panas dan musim dingin adalah hal yang harus dijalani. Mempelajari bahasa yang digunakan oleh penduduk asli negara tempat menuntut ilmu juga satu kendala yang harus dihadapi oleh setiap pelajar di luar negeri.


  • Hidup hemat
Biaya hidup di luar negeri tak bisa dibilang murah, terlebih Indonesia memiliki mata uang yang nilai tukarnya termasuk rendah. Berburu beasiswa bisa menjadi salah satu solusi, apalagi kini banyak lembaga yang menawarkan program beasiswa ke luar negeri dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Namun bagaimanapun juga, sebagai pelajar di luar negeri tetap dituntut untuk cermat mengatur keuangan sendiri.

Nah, bagaimana sudah siap dengan segala konsekuensi di atas ? jika jawabannya siap maka selamat berjuang untuk mencari informasi negara yang menjadi tujuanmu. 
Gali info sebanyak-banyaknya agar tidak merugi. Kalau belum siap, maka selamat berfikir ulang dan menyusun ulang niat dan rencanamu. 
Menuntut ilmu di luar negeri bukan lagi soal gengsi dan keren-kerenan. Ini soal kesiapan keluar dan meninggalkan zona nyaman, berjuang dan bertahan demi masa depan. Ini soal pilihan, karena sekali lagi hidup di negeri orang bukanlah hal mudah namun percayalah bahwa proses ini menyenangkan. 
Sekali lagi jangan tertipu dengan foto para pelajar di luar negeri yang bisa berfoto dengan latar belakang Pyramid, Spinx, menara Eiffel, Big ben atau tempat-tempat keren lainnya. Karena di balik foto-foto keren itu ada banyak “riweuh” yang harus dihadapi seperti diktat kuliah yang menumpuk dan harus dibaca, cuaca yang ekstrem luar biasa, urusan perpanjangan visa yang prosesnya butuh kesabaran ekstra, serta rasa rindu keluarga dan tanah air yang menerpa.
Menuntut ilmu di luar negeri tak cukup hanya bermodalkan keinginan untuk jalan-jalan, upload foto-foto keren, atau makan-makanan yang tak bisa ditemui di negeri sendiri. Kalau modalnya keinginan-keinginan tadi lebih baik jadi turis saja, jangan jadi mahasiswa *ini serius!.
 Itulah mengapa syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi oleh para peminat beasiswa ke luar negeri cukup banyak. Belum lagi proses yang begitu panjang dan tak bisa dibilang mudah. 
Semua ribet dan susahnya mengumpulkan semua persyaratan, penerjemahan berkas, menghadapi tes tulis dan wawancara, pembuatan paspor, pengajuan visa, berburu beasiswa adalah hal-hal yang diharapkan dapat menjadi penguat semangat para pelajar ketika mulai goyah. 
Sekali lagi dimanapun kita berada, yang namanya menuntut ilmu tak bisa dibilang mudah, semua tentu ada cobaan dan tantangannya sendiri. Pengalaman belajar di luar negeri bukan lagi soal keren-kerenan, ini soal beban dan amanah yang akan ditanggung di hari kemudian. Kesempatan belajar di luar negeri adalah sebuah pengalaman berharga yang harus disyukuri adanya.
Lalu mengapa memilih Al Azhar? Alasan pertama adalah ingin berbakti kepada kedua orangtua dengan mewujudkan impiannya untuk memiliki anak seorang alumni Universitas Al Azhar. 
Alasan kedua adalah karena ingin menjadi seorang pendidik yang bermanfaat bagi ummat di kemudian hari. Universitas Al Azhar adalah institusi pendidikan Islam tertua di dunia yang menjadi kiblat pendididikan islam serta kiprah para alumninya yang sudah tidak diragukan lagi.
Sekali lagi, ini hanya soal pilihan, pilihan yang harus dipertanggung jawabkan di kemudian hari. Dimanapun kita menuntut ilmu hari ini maka kita bertanggung jawab pada kemajuan bangsa hari esok. Selamat berjuang, selamat berkarya, salam semangat wahai mahasiswa Indonesia.

Cairo, 19 Maret 2015








Tips Memenangi Beasiswa di Persaingan Ketat

Maju untuk menang atau tidak sama sekali. Ungkapan ini berlaku bila Anda benar-benar ingin menjadi pemburu beasiswa sejati. Bukan coba-coba, ikut-ikutan, apalagi sekedar mengadu keberuntungan. Memburu beasiswa adalah keputusan serius dan harus diupayakan dengan sungguh-sungguh. Perkara kebetulan hampir dipastikan tidak berlaku. Mereka yang terbaiklah yang akan diambil. Jika ternyata Anda pemenangnya, itu karena panitia seleksi menilai Anda memang layak.

Memburu beasiswa bisa diibaratkan dengan memancing ikan di kolam yang luas. Pemancingnya banyak, tapi kita tidak tahu kail siapa yang akan mendapatkan ikan. Jika umpannya bagus, tekniknya bagus, pantang menyerah, rasanya ikan itu akan datang menghampiri. Hal serupa berlaku saat mendaftar beasiswa. Kriteria terpenuhi, persyaratan memadai, aplikasinya lengkap, mengikuti ketentuan, peluang untuk menang beasiswa juga jadi lebih terbuka.

Keputusan memenangi beasiswa atau tidak sebetulnya Anda sendiri yang menentukan. Panelis hanya memilih yang terbaik saja. Misalkan kouta beasiswa ada 10, pelamarnya 100, tinggal Anda meyakinkan diri bahwa salah seorang dari 10 terbaik adalah Anda. Tentu bukan sekedar yakin begitu saja, tapi karena memang Anda telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang.

Lalu bagaimana mempersiapkan diri sehingga bisa memenangi beasiswa. Apa tipsnya? Ulasan ini bukan maksud menggurui, tapi mudah-mudahan bermanfaat. Ada beberapa tips memenangi beasiswa, termasuk pada persaingan ketat sekalipun.

Persiapan Dini
Jika memposisikan diri sebagai pemburu beasiswa, Anda tidak mungkin maju ke medan persaingan tanpa amunisi. Ketika para pencari beasiswa baru sekedar tahu ada informasi beasiswa, Anda justru sudah siap mengajukan aplikasi. Anda sudah menang selangkah. Waktu yang tersisa pun dapat dimanfaatkan untuk mematangkan aplikasi sebelum memutuskan mendaftar.

Itu terjadi karena persiapan sudah dilakukan sebelum beasiswa itu diumumkan. Bahkan, jauh sebelumnya. Lalu apa yang perlu disiapkan sejak dini. Di sinilah perlu sedikit kecerdikan. Misalnya, tahun ini Anda memutuskan untuk melanjutkan studi ke Jepang. Lalu Anda berencana untuk mengikuti salah satu penawaran beasiswa, sebut saja beasiswa Monbukagakusho atau beasiswa Pemerintah Jepang. Tapi, kan belum ada pengumumannya? Ketika yang lain masih menunggu. Justru kesempatan Anda menyiapkan aplikasi yang diperlukan. Kecenderungan beasiswa selalu sama dengan tahun sebelumnya,  atau periode yang terdekat. Kalaupun ada perubahan, biasanya tidak banyak.

Bukalah pengumuman sebelumnya tersebut. Lihat kriteria, persyaratan, atau dokumen aplikasi yang dibutuhkan. Pelajari juga bagaimana mendaftarnya. Pastikan Anda bisa memenuhi apa yang mereka minta. Ketika semuanya sudah bisa dipahami, mulailah untuk melengkapi. Tapi, perlu diingat penuhi persyaratan umum terlebih dahulu. Misalnya, salinan ijazah dan nilai, skor tes TOEFL/IELTS, KTP/paspor, akte kelahiran, CV, terjemahan dokumen, dll. Baca: Dokumen Aplikasi Beasiswa yang Perlu Anda Tahu.

Dokumen lain yang diperlukan juga bisa dilengkapi bila memang itu harus dibuat sendiri (tidak menggunakan formulir penyelenggara). Lihat juga apakah ada dokumen yang baru bisa dilengkapi setelah pengumuman keluar, misalnya formulir aplikasi, kalau ada bisa ditinggalkan dulu sembari menunggu pengumuman. Jika tahap ini sudah dilalui, dapat dibayangkan beban yang bisa dikurangi saat mengajukan aplikasi. Tahu sendiri kan ada beasiswa yang diumumkan cuma beberapa hari. Sakitnya tuh di situ.

Ketahui Rahasianya
Ketika membaca informasi beasiswa secara utuh, seringkali kita menemukan ada penekanan calon atau biasa disebut preferensi. Penekanan tersebut sengaja dibuat oleh sponsor atau penyelenggara beasiswa untuk memberitahukan bahwa mereka menghendaki kandidat penerima beasiswa yang demikian. Ketika Anda memahami di mana penekanan tersebut diberikan, maka di situlah sebenarnya rahasia beasiswa tersebut terungkap. Saat Anda mampu memenuhinya, peluang meraih beasiswa akan semakin terbuka lebar.

Penekanan yang diberikan ini beragam bentuk. Tergantung jenis beasiswa. Misalkan beasiswa prestasi, penyelenggara akan menyebut bahwa kandidat yang mereka cari adalah yang memiliki prestasi akademik. Namun, ketika ada beasiswa riset, penekanan justru mungkin dari  hasil penelitian atau karya ilmiah yang sudah dihasilkan.

Ada pula preferensi berdasarkan pertimbangan asal geografis. Misalnya, kandidat diprioritaskan bila berasal dari daerah A, B, atau C. Semua itu tergantung kemauannya penyelenggara. Jadi, ketika sebuah apikasi diajukan ada bobot yang diberikan dari tiap itemnya. Coba lihat beasiswa yang dimuat di beasiswapascasarjana.com, Anda akan menemukannya.

Belajar dari Alumni
Tips memenangi beasiswa satu ini terbilang jarang dibahas. Belajar dari alumni. Bagaimanapun dia lebih berpengalaman. Terbukti alumni tersebut sudah lebih dulu memperoleh beasiswa. Alumni bukan saja daftar nama yang berhasil meraih beasiswa. Tapi guru yang sangat baik untuk mengungkap cerita di balik kesuksesan mereka memperoleh beasiswa.

Apalagi, ada beberapa beasiswa yang pesertanya harus tes tulis, wawancara, hingga pembekalan. Pengalaman itu tentu hanya bisa didapatkan dari para alumni yang berhasil. Cobalah untuk menghubungi mereka.

Sejumlah beasiswa yang pendaftarannya online, biasanya sering menyediakan kolom alumni. Bisa dilihat siapa saja mereka. Jika ada nomor telepon, email, atau alamat mungkin bisa dihubungi. Siapa tahu mereka dengan senang hati akan membantu.

Biasanya para alumni ini juga kerap mengungkapkan pengalamannya melalui tulisan yang bisa ditemukan dengan mudah saat berselanjar di mesin pencari.

Yang jelas belajar dari alumni akan sangat bermanfaat terutama dalam memahami karakter serta persaingan beasiswa yang dihadapi.

Memaknai Perayaan Tahun Baru Hijriyah Dalam Kacamata Syari’ah

Bulan Muharrom adalah bulan pertama dalam susunan bulan menurut tahun Hijriyah. Pada bulan Muharrom marak diadakan perayaan untuk menyambut tahun baru Hijriyah. Perayaan tahunan dengan beragam ritual berbeda di tiap daerah ini menjadi budaya tersendiri. Bahkan upacara adat perayaan tahun baru hijriyah setiap tahunnya menyedot perhatian tersendiri dari masyarakat, dan wisatawan. Bukan hal aneh jika ritual perayaan ini akan dipadati oleh masyarakat sekitar, luar daerah bahkan luar negeri. Bagi masyarakat Jawa bulan Muharrom atau biasa disebut bulan Suro dianggap sebagai bulan yang sakral. Sehingga mereka akan menggelar perayaan khusus untuk menyambutnya.
Ritual malam 1 Suro diadakan serempak di Kraton Ngayogyakarta dan Surakarta Hadiningrat sebagai pusat kebudayaan Jawa. Di Kraton Surakarta Hadiningrat kirab malam 1 Suro dipimpin oleh Kebo Bule Kyai Slamet. Kebo Bule merupakan hewan kesayangan milik Kraton Surakarta Hadiningrat yang dianggap keramat. Di belakang Kebo Bule adalah para putra Sentana Dalem (kerabat Kraton) yang membawa pusaka kemudian diikuti oleh masyarakat Solo, Karanganyar, Boyolali, Sragen, dan Wonogiri. Ritual adat ini dipercaya sebagai penolak bala dari berbagai marabahaya yang menimpa kraton dan masyarakat sekitar. Masyarakat percaya bahwa kotoran kerbau tersebut dapat memberi keberkahan. Maka bukan suatu hal yang aneh jika mereka memperebutkan kotoran kerbau ketika kirab berlangsung.
Sementara itu di Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat memperingati malam 1 Suro dengan mengarak benda pusaka mengelilingi benteng kraton dan diikuti oleh warga Yogyakarta. Ritual ini dikenal dengan nama ritual mubeng benteng. Selama melakukan ritual mubeng benteng tidak diperkenankan untuk berbicara layaknya orang yang sedang bertapa. Hal yang sama juga terjadi layaknya kotoran kerbau yang dianggap dapat membawa berkah, masyarakat juga memperebutkan air bekas cucian pusaka kraton.
Namun kenyataannya, fenomena perayaan tahun baru hijriyah seperti di atas bertentangan dengan ajaran agama Islam. Hal ini tentu sangat memprihatinkan mengingat jumlah masyarakat yang mengikuti ritual perayaan mayoritas beragama Islam. Dalam syari’ah Islam melarang keras segala perbuatan yang menjurus kepada syirik atau menyekutukan Allah swt. Dengan meyakini adanya kekuatan lain yang mampu mendatangkan keberkahan dan keselamatan selain Allah swt maka tindakan ini menjurus kepada perbuatan syirik. Allah swt sangat mencela perbuatan seperti ini sebagaimana tercantum dalam firmanNya surah An-Nisa’ ayat 48, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar”.
Ibnu Katsir menafsirkan ayat di atas, Allah swt mengabarkan bahwasanya Dia tidak akan mengampuni dosa syirik, artinya Dia tidak mengampuni hamba yang bertemu dengan-Nya dalam keadaan musyrik, dan (Dia mengampuni dosa yang di bawahnya bagi orang yang dikehendaki-Nya) yaitu dosa-dosa (selain syirik) yang akan Allah swt ampuni kepada hamba-hamba yang dikehendaki-Nya.
Dengan ayat ini beserta tafsirannya oleh Ibnu Katsir maka jelas bahwa syirik adalah dosa yang paling besar. Allah swt tidak akan mengampuni dosa-dosa mereka yang tidak segera bertaubat. Sesungguhnya segala keselamatan itu berada dalam kuasa Allah swt sepenuhnya. Kerbau yang dianggap keramat pun tidak mampu berbuat apa-apa kecuali atas kehendak Allah swt. “Dialah Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Maha Raja Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang Menjaga Keamanan, Pemelihara Keselamatan, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan. Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan” (QS.Al-Hasyr 23).
Maka dengan memberi keramat kepada binatang atau benda merupakan suatu hal yang menjurus kepada perbuatan syirik. “Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)”.  (QS.Hud 6). Maka sudah jelas bahwa tidak ada satu pun makhluk yang dapat memberikan keselamatan dan keberkahan karena semua itu telah diatur dan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz). “Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia”. (QS.Ar-Ra’d 11).
Indonesia sebagai Negara dengan penduduk mayoritas muslim, ternyata masih menyimpan sejumlah kebudayaan yang sangat bertolak belakang dengan nilai-nilai agama Islam. Islam melarang keras beribadah kepada selain Allah swt. Larangan ini tercantum dalam QS. Asy-Syu’ara’ 213 yang artinya “Maka janganlah kamu menyeru (menyembah) tuhan selain Allah, nanti kamu termasuk orang-orang yang diazab”.
Dari Anas r.a berkata, ketika Rasulullah SAW ditanya tentang dosa-dosa besar beliau menjawab: “Syirik (mempersekutukan Allah), durhaka terhadap kedua orangtua, membunuh jiwa manusia, dan menjadi saksi palsu” (HR.Imam Bukhori).  Maka dengan jelas telah dipaparkan bahwa perbuatan yang menjurus kepada syirik termasuk dalam dosa besar. Ritual perayaan tahun baru hijriyah dengan memberi keramat pada kerbau atau benda pusaka kemudian percaya bahwa hal ini dapat mengundang keberkahan dan keselamatan tentu saja menjurus kepada tindakan mempersekutukan Allah swt. Sebagaimana telah dijelaskan bahwa tidak ada pemberi rezeki dan keselamatan selain Allah swt.
Allah swt berfirman “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, “wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”. (QS.Luqman 13). Kesyirikan adalah suatu dosa besar, sehingga mereka yang menyekutukan Allah swt maka terhapuslah semua amalan dan diharamkan dari surga. Hal ini tercantum dalam Al Qur’an “Sesungguhnya barangsiapa mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh Allah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya ialah neraka. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu”. (QS. Al-Ma’idah 72). Dengan demikian dengan jelas telah dipaparkan bahwasanya perbuatan syirik atau menyekutukan Allah swt adalah dosa besar. Ritual perayaan tahun baru hijriyah dengan upacara adat, memberi keramat kepada kerbau atau benda pusaka, membuat sesajian dan menghanyutkannya di laut kemudian mempercayai bahwa hal ini dilakukan untuk menolak bala dan terhindar dari musibah tentu saja termasuk golongan perbuatan syirik. Karena sesungguhnya tidak ada pemberi keselamatan selain Allah swt.
Yang perlu kita ingat bahwasanya tahun baru hijriyah diperingati untuk mengenang peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Mekkah menuju Madinah untuk menyelamatkan agama Islam yang kala itu masih minim pengikutnya. Dengan peristiwa hijrah, maka kaum muslimin dapat beribadah dengan tenang dan agama Islam mulai meluas penyebarannya di jazirah Arab. Saat ini, masyarakat sudah lebih kreatif dalam menyelenggarakan lomba-lomba bertajuk peringatan tahun baru hijriyah. Di daerah Klaten misalnya, setiap tanggal 1 Muharram diadakan lomba bersih desa, lomba adzan, lomba hafalan bacaan sholat, lomba pidato, lomba cerdas cermat agama dan lomba-lomba lain. kegiatan ini sudah menjadi agenda tahunan remaja masjid di daerah Klaten dan sekitarnya. Waallahu a’lam bisshowab.

Belajar di luar negeri, it’s going to be great

Perasaan pertama kali ketika mendapat lampu hijau untuk menimba ilmu di negeri seribu menara, luar biasa senangnya. Sudah terbayang bagaimana serunya tinggal di negeri orang, pengalaman baru, keluarga dan teman baru.
Al-Azhar University Cairo Egypt,, we are coming….. 
24 September 2012
Tepat ketika adzan Maghrib berkumandang, pesawat Emirates yang kami tumpangi lepas landas meninggalkan bandara Soekarnohatta. Selamat tinggal Indonesia, sampai jumpa lagi  semua,. 
25 September 2012
Untuk pertama kalinya kaki ini menginjak negeri orang, Dubai Uni Emirat Arab menjadi tempat transit rombongan kami sebelum melanjutkan perjalanan ke Mesir. Alhamdulillah, Syukron laka ya Rabbi,, perjalanan ini tidak akan pernah terlupakan…
Waktu transit yang cukup lama kami manfaatkan untuk berkeliling bandara yang sangat luas, sekali lagi ini benar-benar pengalaman luar biasa untukku. Tak ada kata yang tepat untuk mengungkapkan kebahagiaan bisa menginjakkan kaki di Dubai. Ups, perjalanan belumlah usai kami masih harus melanjutkan perjalanan menuju Kairo Mesir. sebuah negeri yang terkenal dengan kokohnya pyramida, indahnya sungai nil yang membentang luas menjadi sumber kehidupan seantero Mesir, dan tentu saja Universitas terkemuka yang namanya tak lagi asing di telinga yaitu Al-Azhar .
Allahu Akbar,,,.. tangis haru kami pecah ketika pesawat yang membawa kami mendarat dengan mulus di Cairo Internasional Airport. Perasaan bahagia memenuhi dada kami yang diberi kesempatan menjemput impian, menimba ilmu di negeri kinanah, buminya para Nabi.
Allahummaj’al hadza baladan aaminan.. Kata pertama yang menyambut kami ketika keluar dari pesawat, Sungguh Maha Besar Allah yang telah menganugerahkan kepada kami kesempatan dan pengalaman yang luar biasa.
Lets enjoy our journey together here… ^_^