Selasa, 27 Januari 2015

Kuliner Mesir (1)

Menjadi penghuni baru di Mesir untuk waktu yang cukup lama mengharuskan kami siap beradaptasi dengan suasana baru. Dimulai dari adat istiadat, cuaca, bahasa sampai cita rasa makanannya. Awalnya tidak mudah bagi saya untuk menerima makanan yang cita rasanya jauh berbeda dengan makanan Indonesia. Dengan berjalannya waktu maka beberapa makanan mulai bisa bersahabat dengan lidah Indonesia saya. Makanan Mesir memiliki cita rasa asin karena kaya akan bumbu rempahnya khas timur tengah. Tetapi untuk beberapa cemilan dan makanan penutup,  Mesir juaranya dengan rasa manis yang sangat kuat. Beberapa makanan Mesir yang pernah saya cicipi adalah sebagai berikut: 
 
          Ruz bil Laban
Makanan ini terbuat dari tepung beras yang dimasak menggunakan susu kemudian dipanggang di dalam oven. Bentuknya mirip bubur sumsum namun sedikit lebih manis. Ruz bil laban sering disajikan sebagai makanan penutup karena teksturnya yang padat layaknya pudding. 

       Roti Isy (roti kehidupan)
Roti isy adalah makanan pokok rakyat Mesir. Karena merupakan makanan pokok maka roti isy banyak dijumpai di seluruh penjuru Mesir. Walaupun menjadi makanan pokok, roti Isy terbagi menjadi 2 yaitu Isy rakyat dan Isy kaum elit. Untuk Isy rakyat, roti ini dijual dengan harga yang teramat murah dan biasa dijumpai di pasar atau di tepi jalan. Sedangkan untuk Isy kaum elit hanya dapat ditemukan di toko, swalayan dan restaurant dengan harga yang lebih mahal. Tentu saja beda kelas, beda harga, dan beda kualitas. Isy Rakyat berwarna coklat, terasa kasar dan keras, sedangkan Isy kaum elit berwarna putih, lembut, dan lunak. Roti Isy bisa dimakan dengan berbagai cara karena memiliki rongga di tengahnya yang bisa diisi dengan telur, sayuran, kacang, daging seperti sandwich. Roti isy yang disantap dengan kacang yang sudah digiling dinamakan Isy bil fuul, sedangkan yang diisi dengan sayuran dan telur disebut tho’miyah bil beidh. Bagi mahasiswa Indonesia kebanyakan, tho’miyah bil beidh adalah makanan yang cukup bersahabat dengan lidah dan kantong tentunya. Roti Isy juga bisa disantap dengan kofta (daging giling yang sudah dibumbui), ayam bakar, atau kibdah (hati sapi yang diberi bumbu dan digoreng).
Karena menjadi makanan pokok rakyat Mesir, maka roti ini diberi nama roti Isy atau roti kehidupan. Jangan sekali-kali menelantarkan makanan ini atau membuangnya di sembarang tempat jika tidak mau kena masalah, karena roti ini sangat diistimewakan oleh penduduk Mesir. 

Mahsy
Makanan ini saya temui pertama kali pada pertengahan Ramadhan tahun 2013. Ketika itu saya diajak berkunjung ke rumah keluarga sahabat ustad Fadli, penduduk asli Mesir yang tinggal di daerah Syarqiyyah, sebuah perkampungan yang kami tempuh selama 4 jam dari Kairo. Kami dijamu buka puasa dengan menu khas Mesir yang disajikan dalam satu nampan besar berisi 2 ekor ayam utuh, salatoh (potongan tomat, timun, dan bawang), 2 piring penuh berisi mahsy, manisan, dan 1 botol besar jus mangga. Pertama kali mencicipi mahsy dan lidah Indonesia saya langsung bisa menerimanya. Mahsy atau beras yang dimasak dengan bumbu rempah seperti nasi uduk di Indonesia kemudian diisikan ke dalam sayuran seperti kobis, atau terong yang sudah diberi lubang di tengah dan dibuang isinya. Rasa bumbu rempahnya kuat dan gurih sangat nikmat disajikan selagi hangat. 

Nantikan edisi kuliner Mesir selanjutnya.. ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar