Selasa, 27 Januari 2015

Episode Kehidupan Mahasiswa Indonesia di Mesir

Sejak dulu, Timur Tengah memiliki nilai istimewa dalam pandangan masyarakat di dunia tak terkecuali masyarakat Indonesia. Terutama universitas Al Azhar di Mesir yang menjadi salah satu universitas islam tertua dan kiblat khazanah keislaman. Sejarah kesuksesan para alumninya seperti Dr. Muhammad Quraish shihab,dan Habiburrahman el shirazy menjadi daya tarik tersendiri bagi para calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studinya di bumi kinanah ini. Sebelum benar-benar menginjakkan kaki di Mesir takkan ada yang tahu tentang realita kehidupan para mahasiswa di Mesir yang terkadang jauh dari bayangan dan cerita yang diterima di tanah air. Sebelum tiba di Mesir yang terfikir dalam benak kita adalah kokohnya pyramid dan spinx, megahnya kampus al azhar, dan indahnya kota Alexandria dan pemandangan sungai nil tanpa kita tahu seluk beluk dan kenyataan yang ada di Mesir.
Setelah tiba di Mesir dan berbaur dengan hiruk pikuk kondisi dan suasana yang ada, berbagai macam hal mulai mewarnai kehidupan mahasiswa. Dimulai dari rumitnya lalu lintas terutama di beberapa titik keramaian di kota Kairo, interaksi dengan banyaknya mahasiswa asing dari beberapa Negara di kampus, usaha mempelajari bahasa ammiyah yaitu bahasa sehari-hari yang digunakan masyarakat Mesir, perjuangan memahami penjelasan dosen di kelas dan mendapatkan  diktat kuliah sampai beradaptasi dengan berbagai macam kondisi di Mesir.
Salah satu dari warna kehidupan mahasiswa di Mesir adalah intensitas aktivitas yang tinggi dimulai dari bimbingan belajar, kegiatan di setiap kekeluargaan dan organisasi, tahsin qur’an, kajian kitab, pelatihan dan seminar. Banyaknya kegiatan membuat para mahasiswa belajar mengatur waktunya dengan sebaik mungkin karena 2 kunci utama yang mendukung keberhasilan para mahasiswa adalah manajemen diri dan waktu. Selain kegiatan dan aktivitas organisasi, beberapa mahasiswa juga mencari tambahan pemasukan dengan berbisnis, salah satunya dengan membuka restoran dengan menu Indonesia. Bisnis restoran Indonesia termasuk bisnis yang menguntungkan karena ramai dikunjungi oleh para mahasiswa yang ingin melepas rindu dengan masakan tanah air. Namun ada beberapa dampak negatif dari mahasiswa yang waktunya tersita dengan banyak kegiatan organisasi dan bisnis sehingga tujuan utama nya untuk menuntut ilmu terlupakan. Oleh karena itu kita dituntut untuk mengatur waktu dan tidak melupakan tujuan utama untuk menimba ilmu di bumi kinanah ini.
Salah satu hal yang terkadang juga menghipnotis mahasiswa sehingga melupakan kewajibannya adalah pemakaian internet yang tidak terkontrol sehingga banyak menyita waktu dan hasilnya sia-sia. Kecepatan internet di Mesir yang jauh lebih cepat dibandingkan Indonesia menjadi daya tarik mahasiswa untuk berlama-lama berkelana di dunia maya. Kondisi cuaca di Mesir yang ekstrem juga menjadi salah satu tantangan bagi para mahasiswa terutama mahasiswa baru yang masih menjajaki tahap adaptasi. Suhu musim panas Mesir yang terkadang melampaui angka 40 derajat celcius membuat para mahasiswa harus kuat menjalani rutinitas harian dengan terik matahari yang begitu menyengat. Tak jarang beberapa mengalami mimisan karena suhu yang tinggi. Musim dingin di Mesir pun tak kalah ekstremnya, apalagi ketika harus menempuh ujian al azhar di musim dingin yang mewajibkan para mahasiswa ke kampus dengan jaket tebal untuk melawan hawa dingin. Kondisi cuaca yang tak menentu menjadikan kesehatan adalah hal yang sangat penting untuk kelancaran semua aktivitas di Mesir sehingga usaha untuk menjaga kesehatan dilakukan dengan berbagai macam cara.
Banyaknya mahasiswa dari Indonesia menciptakan rasa persaudaraan yang kuat dan kekeluargaan yang erat menjadaikan kita merasa tidak hidup sendiri di bumi kinanah ini. Namun, seberapapun banyaknya tantangan yang ada tak boleh menjadikan kita lemah dan putus asa sehingga menyerah dan mengakhiri perjuangan ini. Karena buah manis perjuangan terdapat di hasil akhirnya. Teman, selamat menikmati warna-warni kehidupan di Mesir, tetap semangat!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar